Konsultan: KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH PENEBANGAN DI AREAL HUTAN ALAM PRODUKSI LESTARI

30 views

Latar Belakang

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada dasarnya merupakan tujuan dan sasaran global untuk mencapai antara lain peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat dan menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dari 17 tujuan SDGs, sektor kehutanan dapat memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan masyarakat global yang mesti dicapai pada tahun 2030 tersebut, baik kontribusi langsung maupun tidak langsung. Menurut Seymour and Busch[1], sebagian besar masyarakat sudah mengenal kontribusi hasil hutan terhadap kesejahteraan masyarakat local serta peran jasa hutan dalam memenuhi tujuan global. Makanan pelengkap seperti buah-buahan liar, kacang-kacangan, jamur, dan daging (SDG 2). Tumbuhan  herbal sering kali menjadi alternatif pertama dalam penyembuhan penyakit (SDG 3). Hasil hutan berkontribusi lebih dari 20% pada pendapatan rumah tangga masyarakat setempat (SDG 1) dan hutan tropis menjadi rumah bagi sebagian besar keanekaragaman hayati darat di dunia (SDG 15). Selain itu, sebagai tempat penyimpanan alami yang menyerap dan menyimpan karbon, hutan semakin diakui sebagai unsur penting dari segala strategi untuk menstabilkan iklim (SDG 13). Bahkan KLHK menyatakan bahwa sektor kehutanan dan lingkungan hidup dapat berkontribusi pada semua tujuan global tersebut[2].

Sektor kehutanan terus memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi dan pembangunan. Dalam beberapa dekade, sektor ini telah memberikan devisa tertinggi untuk non migas, walaupun saat ini kontribusi tersebut semakin berkurang. Upaya untuk mengoptimalkan kontribusi sumber daya hutan berupa kayu dapat ditempuh dengan berbagai cara antara lain pemanfaatan limbah penebangan yang hingga kini masih dibiarkan tinggal di petak-petak tebangan.

Limbah hasil pemanenan kayu di hutan alam diperkirakan masih tergolong tinggi mencapai ± 17%. Limbah tersebut memiliki potensi besar untuk menambah devisa negara dan sekaligus mengurangi defisit neraca transaksi perdagangan nasional terlebih demand pasar global woodchips meningkat 6,35% selama 2018-2019. Belum dimanfaatkannya limbah pemanenan kayu tersebut disebabkan oleh beberapa permasalahan antara lain, dimasukannya limbah dalam kategori kayu bulat kecil (KBK), bervariasinya definisi dan asal limbah, kurangnya konektivias antara potensi limbah dengan industri pemanfaatnya, belum efisiennya pemanenan dan masih adanya gap antara kebijakan dan kebutuhan pasar. Memperhatikan permasalahan tersebut, maka penting dilakukan kajian komprehensif upaya pemanfaatan limbah penebangan kayu dari hutan alam produksi lestari.

Proposal ini menyajikan rencana kajian pemanfaatan limbah penebangan di areal konsesi hutan alam, mencakup analisis potensi limbah aktual, skenario pemanfaatan dan produk alternatif serta analisis keekonomian beberapa produk alternatif.

Rumusan Masalah

Issue limbah kayu dari kegiatan penebangan sebenarnya sudah cukup  lama  menjadi bahan diskusi oleh berbagai pihak  baik dalam bentuk tulisan hasil penelitian maupun forum diskusi, lokakarya dan kegiatan lainnya. Namun  sampai  saat ini dinilai political  will dari berbagai pihak terkait untuk pemanfaatan limbah pemanenan kayu masih lemah. Oleh karena itu, tidaklah bijaksana apabila masalah pemanfaatan limbah pemanenan kayu hanya dibebankan pada pelaku usaha IUPHHK-HA tetapi juga menjadi tanggungjawab pemerintah secara bersama-sama mencari solusi yang tepat. Untuk itu perlu penyempurnaan teknologi, inovasi metode pemanenan kayu dan kebijakan agar dapat mendorong implementasi pemanfaatan limbah pemanenan kayu.

Berbagai upaya dalam rangka optimalisasi dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya hutan berupa kayu terus dilakukan. Namun hingga kini, justru masih terdapat sumber daya yang belum dimanfaatkan yaitu limbah penebangan/pemanenan. Belum dimanfaatkannya limbah pemanenan kayu tersebut disebabkan oleh beberapa permasalahan antara lain, dimasukannya limbah dalam kategori kayu bulat kecil (KBK), bervariasinya definisi dan asal limbah, kurangnya konektivias antara potensi limbah dengan industri pemanfaatnya, belum efisiennya pemanenan dan masih adanya gap antara kebijakan dan kebutuhan pasar. Memperhatikan permasalahan tersebut, maka penting dilakukan kajian komprehensif upaya pemanfaatan limbah penebangan kayu dari hutan alam produksi lestari.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan dalam upaya pemanfaatan limbah penebangan di areal hutan alam dan memberikan alternatif produk potensial secara ekonomi dan rendah dampak secara ekologi/lingkungan.

Tujuan Kajian

Kajian ini bertujuan membuat skenario pemanfaatan limbah penebangan kayu di areal hutan produksi lestari, menjadi beberapa jenis produk alternatif yang dapat memberikan nilai tambah.

Hipotesis

Kayu dari limbah penebangan hutan alam dapat memberikan kontribusi dari nilai tambah pemanfaatannya yang diolah menjadi beberapa produk alternatif.

Luaran

Pada akhir kegiatan studi/kajian ini, dapat dihasilkan luaran sebagai berikut:

  1. Data dan informasi potensi dan karakteristik limbah penebangan hutan alam produksi lestari.
  2. Teknik dan biaya pengeluaran limbah pemanenan dari petak tebangan hingga industri.
  3. Teknik dan biaya pengolahan kayu dari limbah tebangan menjadi beberapa produk alternatif.
  4. Kuantifikasi perkiraan karbon tersimpan di areal dan pada produk.
  5. Rekomendasi produk alternatif dari kayu limbah penebangan.
  6. Draf karya tulis ilmiah atau ­policy brief.

METODOLOGI

Ruang Lingkup

Secara substansial, penelitian ini mencakup komoditas kayu limbah penebangan di hutan alam produksi lestari, peraturan/kebijakan terkait, produk alternatif dan kajian dampak lingkungan terutama dalam kaitan dengan karbon terlepas dan tersimpan.

Rencana Lokasi Penelitian

Penelitian akan difokuskan pada beberapa unit IUPHHK-HA yang telah memiliki ijin pemanfaatan limbah penebangan atau memiliki rencana untuk melakukan pemanfaatan limbah penebangan dari areal konsesinya. Beberapa perusahaan yang akan menjadi lokasi pengumpulan data dan informasi antara lain adalah:

Metode Penelitian

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metode pengumpulan data sekunder, laporan kegiatan, wawancara dan observasi

Analisis Data

Data potensi limbah penebangan dihitung rata-ratanya dan ditentukan simpangan bakunya untuk mengetahui kisaran volume limbah per satuan luas areal atau petak tebangan. Karakteristik limbah dianalisis untuk menentukan arah pemanfaatan pada pilihan produk yang sesuai. Beberapa produk alternatif prospektif dari limbah pembalakan seperti kayu lapis, kayu gergajian, woodchips, bioenergy dan kompos, dianalisis kemungkinannya berdasarkan potensi dan karakteristik limbah pembalakan. Dalam kajian ini juga, analisis hara atau karbon dilakukan juga dengan rekomendasi pemberian insentif bagi konsesi yang secara kuantitatif mampu mengembalikan hara ke tanah hutan, berdasarkan hasil analisis hara.

Biaya pengangkutan dihitung dan dirata-ratakan untuk menentukan besaran biaya angkut kayu limbah penebangan pada rantai pasokan mulai dari lokasi/petak tebangan, TPn, TPK hingga industri pengolahan kayunya. Proses dan biaya pengolahan pada setiap produk alternatif dianalisis untuk mengetahui biaya produksi untuk setiap produk tersebut serta potensi penerimaannya. Peluang pasar dari produk yang dihasilkan dilakukan melalui analisis pasar. Jenis dan perhitungan biaya untuk analisis keekonomian pengumpulan limbah penebangan, selengkapnya tercantum dalam Lampiran 2.

Durasi kontrak

Periode kontrak adalah 30 hari kerja, dimulai dari November 2020 sampai dengan April 2020. Pembayaran akan dilakukan dengan skema 20% saat penandatanganan kontrak, 30% setelah hasil sementara dilaporkan dan 40% setelah penyerahan laporan final dan draft manuskrip.

Kualifikasi yang dibutuhkan

  1. Pendidikan minimal S3 dengan bidang ilmu, pengelolaan sumberdaya alam, kehutanan, atau perikanan
  2. Memiliki record publikasi yang relevan terkait dengan kegiatan pemanfaatan limbah tebangan
  3. Berpengalaman dan familiar dalam perhitungan biaya pengolahan produk kayu
  4. Berpengalaman bekerja dengan pemerintah Indonesia dan organisasi internasional

Prosedur aplikasi

REGISTER/LOGIN to read more, it’s FREE

APPLY HERE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *