Communication Specialist untuk Program Eliminasi TB – Konsorsium Komunitas Penabulu STPI

28 views

Latar Belakang

 

PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI adalah Principal Recipient (PR) Komunitas TBC, berdampingan dengan PR Kementerian Kesehatan dan Program Nasional Penanggulangan TBC yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML). Dalam kerja sama dengan para mitra, PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI bertujuan mengakselerasi eliminasi TBC 2030 di 30 provinsi dan 190 kota/kabupaten yang meliputi: 1) Penemuan dan pendampingan pasien TBC sensitif obat, 2) Penemuan dan pendampingan pasien TBC resisten obat, 3) Penguatan sistem komunitas, dan 4) Upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi pasien dalam mengakses pelayanan TBC berkualitas sampai sembuh.

Untuk kebutuhan pengelolaan program sebagaimana disebutkan di atas, PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI mencari Communication Specialist. Konsultan akan berkontribusi melalui keahlian teknisnya dan memberikan layanan konsultasi untuk mengembangkan perencanaan dan mendukung implementasi komunikasi strategis guna mendukung implementasi program. Konsultan akan bertanggung jawab terhadap seluruh hasil kerja kepada Knowledge Management Coordinator serta berkoordinasi dengan tim MEL dan Program PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI.

Tugas dan Tanggungjawab Utama

 

1.  Berdasarkan input dari PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, mengembangkan SOP dan toolkit komunikasi untuk penggunaan pesan kunci, logo, branding, dan profil Konsorsium kepada pemangku kepentingan

2.  Memberikan masukan, melakukan asesmen, dan mendukung PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI mengembangkan dokumen perencanaan strategis komunikasi untuk mengkampanyekan isu Tuberkulosis

3.  Bersama dengan konsultan ICT data dan tim MEL, mengembangkan strategi manajemen konten dan mendesain konten multimedia website untuk menampilkan profil PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI dan mengkampanyekan isu Tuberkulosis secara digital

4.  Memberikan pelatihan pengembangan konten komunikasi (desain konten media sosial, cerita dampak, dan rilis media) kepada SR Tematik, SR, dan SSR secara daring.

 

Kualifikasi dan Keahlian

 

1.  Konsultan Komunikasi memiliki latar belakang pendidikan S1 dengan jurusan Ilmu Sosial, Ilmu Komunikasi, Kesehatan Masyarakat, Kesejahteran Sosial atau jurusan lain yang relevan.

2.  Memiliki pengalaman mengembangkan strategi dan manajemen komunikasi publik untuk organisasi pembangunan dan isu kesehatan masyarakat. Pengalaman dalam Komunikasi di isu Tuberkulosis diutamakan.

3.  Memiliki keterampilan public speaking, presentasi, dan hubungan interpersonal yang baik

4.  Terampil menggunakan komputer dan software yang relevan untuk menghasilkan output sesuai ketentuan; khususnya dalam Aplikasi Office (Word, Excel, Power Point, dsb.), Aplikasi desain (CANVA, InDesign, AdobeIllustrator, AdobePhotosop, dsb.), dan platform website (WordPress, Wix,Blog)

5.  Menguasai Bahasa Inggris secara aktif akan diutamakan.

6.  Memiliki pengalaman bekerja dengan kelompok populasi kunci dan rentan di program TBC dan/atau program HIV/AIDS.

7.  Memiliki pemahaman kesetaraan gender, hak asasi manusia, perawatan kesehatan yang berpusat pada manusia, dan pemberdayaan masyarakat

8.  Memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang Komunikasi untuk isu-isu kesehatan masyarakat. Pengalaman terlibat dalam penelitian yang didanai program Globa Fund atau program kesehatan masyarakat.

 

Durasi Waktu

REGISTER/LOGIN to read more, it’s FREE

APPLY HERE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *